Pendidikan Jaman Batu
Jumat lalu, aku bersama Grace anekku nonton pertunjukkan lumba-lumba yang sedang mengadakan show dikotaku. Yang menarik pada pertunjukkan itu, lumba-lumbanya pandai berhitung. Apa yang menarik bagiku? Aku bertanya-tanya apakah lumba-lumba yang konon katanya salah satu binatang yang tergolong pandai itu memang bisa berhitung dalam artian mampu bernalar matematis ataukah menghafal sejumlah perkalian dan penjumlahan.
Aku langsung teringat pada sebuah pembicaraan antara guru wali kelas anakku denganku; waktu itu kami membahas tentang anakku yang nilai matematikanya jelek. Memang anakku tidak aku sarankan untuk menghafal perkalian, tetapi lebih berlatih untuk belajar penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian dengan cara jarimatika yang sekarang lagi banyak dibicarakan. Logikaku mengatakan, mestinya matematika harusnya dipahami bukan dihafalkan. Mengapa harus dihafalkan? Bukankah ini sebuah cara pembelajaran yang sudah sangat tertinggal, untuk suku-suku yang tak mengenal peradaban budhi pekerti, daya nalar, logika berpikir, dkk.
Kembali pada lumba-lumba yang pandai berhitung tadi; aku berpikir, apa iya lumba-lumba itu bisa menghafal? Kalau memang bisa menghafal, anakku kan tak lebih dari lumba-lumba - sebagai binatang. Ini jelas sangat merendahkan martabat kemanusiaan kita. Sedangkan, jika lumba-lumba itu memang bisa bernalar secara matematis. Ini lebih parah lagi, berarti instruktur lumba-lumba itu jauh lebih modern metodenya dalam mengajar matematika, sehingga lumba-lumba saja bisa berhitung dengan benar.
Pendidikan di Indonesia sudah lama tertinggal jaman, kita masih memakai cara-cara mendidik binatang, kalau benar maka dapat hadiah angka 100, kalau gagal ya dapat nilai nol (0). Sama seperti lumba-lumba tadi, kalau menjalankan perintah dengan benar lumba-lumba dapat hadiah sepotong ikan.
Lalu bagaimana pendidikan manusia Indonesia kedepan, jika kita tak pernah mau mengkajinya dengan lebih beradab dan lebih manusiawi? Kita akan tertinggal dengan bangsa-bangsa lain yang jauh maju kedepan, yang bukan kebelakang seperti yang dilakukan Indonesia.
0 Response to "Pendidikan Jaman Batu"
Posting Komentar